Selasa, 04 Mei 2010

Panji Buana old stories

Tertarik Sejenisku

entah sudah berapa lama aku mulai tertarik dengan sejenisku
tpi memang kadang aku masih suka dengan lawanku

aku tidak sakit
karena ini bukan penyakit
aku tidak gila
karena aku masih bisa melakukan aktivitas terpelajar
aku butuh cinta
karena aku masih punya hati

hati ku terikat entah pada siapa
sejenisku atau lawanku
yang aku tahu
aku hanya menjalani hidupku
dengan bahagia
dengan membahagiakan
dengan hormat
dengan penghormatan

suatu saat nanti
aku pasti tahu
hati ini untuk siapa
Pasti
ada saatnya

Sabtu, 01 Mei 2010

Love U

tak terasa...
emang kebersamaan tidak selamanya
jika saatnya harus terpisah oleh tempat harus bisa merelakanya dengan sepenuh hati kebersamaan dengan parman dan niko memang tidak harus berakhir hanya tempat...

suatu saat pasti akan selalu bersama
entah haya dengan tulisan
atau hanya suara yang saling menyapa

enangan
kebersamaan kita
akan menjadi bahan tertawaan
bahan tangisan
bahan ejekan
dan bahan cerita dongeng kita kepada akan cucu kita

parman Niko...i love u
u know that

Peduli Pada Dunia

panas sekarang kurasakan
saat disiang maupun malam hari

padahal 10 tahun yang lalu
rasanya jika aku ingat
tidak lah sepana sini

saat pulang sekolah dari SMP
aku masih berani jalan kaki
hanya dengan seragam saja

sekarang
harus memakai pelindung
an jika berada di ruangan
minimal kipas angin harus menyala

tahukah apa yang tejadi
ya...pemanasan global
hampir menyeluruh di semua lapisan bumi
lapisan penutup bumi semakin menipis

tahukah apa yang mesti dilakukan?
ya...mencegah?hm...mungkin sudah tidak bisa lagi dikatakan beggitu
karea hal ini sudah terjadi dan menyebar ke seluruh bumi
yang bisa kita lakukan adalah dengan memperbaikinya
menjadi lebih baik

apa bukti konkrit saya?
naik sepeda
mungkin itu hal kecil tapi jika bisa mengajak teman. sodara, atau musuh kita unruk aik sepeda
itu merupakan hal luar biasa
semacam kampanye kecil

tidak merokok
yup

dan mungkin hal lain yang akan saya lakukan adalah dengan mendaur ulang hal bodoh yang takterpakai...semangat

ajak teman untuk mendukung kampanye kecilku
demi peduli kepada dunia

Selasa, 16 Februari 2010

NARISAKTI

Apa Yang Ada di Depan Kita


kita manusia seperti buta, tak punya mata
untuk tahu masa depan
kita ga tau apa yang ada didepan kita
entah ada kerikil atau batu
tembok yang menghadang atau lumpur

yang bisa kita lakukan hanya mempersiapkannya
mempersiapkan diri untuk menghadapi tantangan
yang sedang menunggu di jalan kita

atau kita bisa belajar setelahnya
setelah kita melewati tantangan itu
kita jadi tahu apa kelemahan dan kekurangan kita
dan pastinya kita jadi tahu apa yang harus kita lakukan
kita jadi tahu apa yang perlu kita persiapkan

jangan takut untuk melangkah kedepan
walau kita tidak tahu angin apa yang akan membawa kita

jika kita dibekali dengan rasa percaya diri
maka itu bukanlah hal yang sulit

semangat
untuk melangkah kedepan

terimakasih bang boed atas pelajaran hari ini...

Senin, 15 Februari 2010

12 Hari yang Tak Terlupkan


Pengalaman pertama memang takkan pernah terlupa, begitu juga dengan pengalaman eks-siswa Pendidikan dasar XXVI UPL MPA UNSOED. Selama 12 hari dari tanggal -12 Februari 2010, mereka menjalani sebuah rangkaian pendidikan dasar sebagai calon anggota Unit Pandu Lingkungan Mahasiswa Pecinta Alam. Bukan hanya fisik yang diperlukan di pendidikan ini tetapi mental juga, karena ini merupakan sebuah perjalanan awal untuk bergelut di alam yang tak kenal cuaca. Berbagai materi diberikan mulai dari meteri ruang dan praktek materi. Materi yang di berikan antara lain meteri Keorganisasian, Navigasi Darat, Iklim dan medan, penaksiran, PPPK, SAR, Caving, Rock Climbing, swamping, rafting, survival, dan manajemen perjalanan. Materi ruang ini di berikan di Ruang 7 fakultas Biologi Unsoed pada hari pertama dan kedua.
Sebagai penggiat kegiatan di alam, sedikitnya kita harus peduli dengan daerah sekitar, jadi kita mencoba untuk menjalankan seruan pemerintah “one man, one tree”. Kegiatan itu kita namakan bakti lingkungan, berada di daerah Pamijen, kec Baturaden. Kegiatan dengan penanaman pohon mahoni sebanyak 200 buah di jalan raya Pamijen sepanjang 200 m. Semoga nantinya bisa bermanfaat untuk mengurangi polusi dan dapat merindangkan jalan raya tersebut.
Praktek pertama yang dilakukan adalah praktek Gunung hutan yang bertempat disekitar lereng selatan Gunung Slamet. Selama 3 hari 2 malam para siswa diksar mempraktekan materi yang telah diberikan antara lain latihan Navigasi Darat dan survival. Praktek navigasidarat ini para siswa latihan menentukan titik mereka dengan dip eta, kemudia menggunakan guide jalur dan dituangkan ke dalam peta. Sedangkan survival dengan mempraktekan teknik survival, seperti membuat biovak alam, perapian, tidur gantung, jerat, pencarian sumber air, makan tanaman survival dan hewan survival. Pada hari terakhir siswa simulasi SAR untuk mencari dan menolong survivor yang sedang hilang di hutan, karena kegiatan UPL tidak lepas dari SAR dan PBA.
Praktek yang kedua yaitu praktek Goa, berada di Darmakradenan. Pejalanan dari Kalipagu ke Dramakradenan memakan waktu 2 hari dengan menempuh medan bukit-bukit, igir “kampret” yang kemiringannya hampir 70 derajad, menyebrang sungai “kali mengaji”, jalan di rel kereta yang membutuhkan konsentrasi tinggi serta jalan desa yang sekarang telah banyak menjadi jalan aspal long march ini di pimpin oleh sie long march. Praktek di hari 8 ini mampraktekan teknik berjalan di goa yang berlumpur, pemetaan goa, dan rapeling di Goa. Pada hari yang sama siswa pindah basecamp ke Karangkemojing, yang biasanya dipimpin oleh sie long march kali ini dipimpin oleh basecamp. Pada hari berikutnya praktek Rock Climbing, dengan mempraktekan SRT (single rope technique) menggunakan prusiking, rapeling serta keseimbangan. Cuaca yang panas tidak mengendurkan semangat para siswa.
Hri ke-10 merupakan long march terpanjang sebelum praktek terakhir menuju Jeruk legi. Melewati panasnya gunung karang, bukit penyesalan yang bakalan ga menyesal setelah melewatinya karena indah bukan main pemandangannya, hutan karet sebagai perbatasan Banyumas-Cilacap. Praktek terakhir pada hari ke 11 yaitu praktek rawa. Sebelum praktek rawa, carier siswa diharuskan untuk di packing dengan aman, dengan plastic packing, agar barang bawaan tidak basah oleh air rawa. Praktek ini melewati 3 rawa, rawa pertama dengan keadaan surut, jadi teknik berjalan dirawa harus digunakan, yaitu dengan berjalan cepat dan tidak boleh menginjak jejak teman sebelumnya agar tidak terperosok semakin dalam ke lumpur. Ada kejadian lucu, sepatu salah seorang siswa copot karena terperosok ke dalam lumpur dan siswa tersebut menangis dibuatnya. Rawa kedua kondisi sudah pasang karena hujan, sehingga siswa hanya berenang saja dengan carrier sebagai pelampungnya. Begitu juga pada rawa ke tiga.
Setelah mandi dan makan ikan bakar di tritih, masih ada perjalanan menuju ke pantai Tegal katilayu untuk pengukuhan. Sebelumnya ada pengarahan dari pembina dan kemahasiswaan rektorat agar para siswa selalu semangat dan memanfaatkan hari-harinya dengan berorganisasi selain dengan kuliah saja, karena organisasi dapat melatih kita untuk biasa berinteraksi dan bekerjasama dengan orang lain, serta bisa mengatur waktu dan membuat suatu pekerjaan dengan baik. Perjalanan masih dilanjutkan menuju ke Tegalkatilayu. Pengukuhan di pantai Tegal Katilayu Cilacap adalah suatu adegan yang dramatis. Betapa tidak, setelah 11 hari berjuang, berjalan, kelelahan, ada tangisan, kesakitan semua hilang, melebur karena sebuah kain segitiga orange dengan semboyan dari Panglima Besar Jenderal Soedirman dan burung hantu lambang organisasi bertengger di atas pundak menandakan telah resmi manjadi anggota muda UPL MPA UNSOED. Saudara baru tebentuk, dan mendapatkan sebuah keluarga besar yang akan berjuang bersama-sama.
Pendidikan dasar yang memeras fisik ini membutuhkan kesehatan yang benar-benar fit. Oleh karena itu panitia selalu mengecek kesehatan para siswa. Cek kesehatan ini dilaksanakan sebelum melaksanakan long march. Hal ini dilakukan untuk mengetahui kesehatan dari siswa agar bisa memprediksikan kekuatan mereka dalam berjalan dan sampai di basecamp berikutnya. Jika siswa malas untuk menggunakan minyak komando/baby oil setiap mau long march, dan malas untuk merawat saat di basecamp maka dipastikan kakinya bisa terkena penyakit melepuh atau kutu air.
Pendidikan dasar ini di ikuti oleh 24 orang siswa, dan 22 orang lulus. 2 lainnya tidal lulus karena ada masalah teknis, ijin orang tua dan kesehatan. Harapan besar tercurah dengan adanya para anggota baru bergabung di keluarga besar UPL MPA. Semoga UPL semakin besar dengan citra-citra yang semakin baik dan selalu membuat sejarah di dunia kepecintaalaman di Indonesia terutama di lingkungan UNSOED.